Kedai R-zone

* emasmu adl hatimu, perakmu adl kata-katamu

BERHAJI DARI HASIL MEMULUNG SAMPAH Februari 7, 2009

Filed under: Dunia Islam,Seputar Info — Barky Rzone @ 7:08 am
Tags: , , , , ,

pria-perkasa

RAJIN MENABUNG SEJAK 1993

Siapa sangka pekerjaan pemulung yang dianggap rendah justru mengantar Pasutri asal kediri menjadi tamu Allah di Tanah Suci Mekkah.

Tak ada yang mencolok dari rumah Nahroni (55 th). Rumah di dusun Tegalan, desa Doko, Kecamatan Gampengrejo, itu tak tampak seperti rumah orang yang baru pulang dari tanah suci. Tak ada tenda terpasang di beranda, apalagi ucapan selamat datang yang biasanya terpampang di rumah orang-orang yang baru saja pulang haji. Hanya beberapa kendaraan di halaman yang menandakan bahwa sang empunya rumah sedang kedatangan banyak tamu.

Rumah pria yang akrab disapa Roni itu sangat sederhana. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Lantai rumahnya belum diplester, hanya tanah. Bagian
atas rumah tidak ditutupi langit-langit. bila melihat ke atas, mata langsung melihat deretan kayu dan genting. Di dinding bambu tersebut terpasang  kalender dari beberapa pesantren, juga kaligrafi berlafalkan Allah dan Muhammad.rumahku1

Di ruang tamu berlantai tanah yang hanya berukuran 4×6 m itu terhampar karpet berwarna hijau untuk tempat duduk para tamu. Di hamparan karpet tersebut, berbagai makanan dihidangkan. Mulai dodol, kerupuk, kacang goreng, keripik pisang, belimbing, hingga berbagai jenis makanan lainnya. Tentu pula tidak ketinggalan makanan khas orang yang baru pulang haji yakni buah kurma dan air zamzam.”Saya hanya bawa oleh-oleh itu dan air zamzam. Silahkan dimakan”, tutur Roni sambil menyodorkan kurma.

haji21

Berbeda dengan ratusan jamaah haji asal Kabupaten Kediri lain, keberangkatan Roni dan Sri Murni Toiyibah, istrinya tergolong nekat dan tentu saja berani. Jika jamaah haji lainnya membawa banyak uang saku, keduanya hanya mengandalkan sisa dana haji yang nilainya sekitar 1500 real. Sedikitnya uang saku tersebut membuat Roni hanya bisa membawa oleh-oleh ala kadarnya, yakni kurma dan air zamzam. Meskipun uang saku itu sedikit, dia mengaku masih berkecukupan selama menunaikan ibadah haji di tanah
suci. Bahkan dia masih punya sisa uang real untuk ditukarkan dengan rupiah yang bernilai ratusan ribu.

Dia menyatakan bisa menunaikan ibadah haji bersama istrinya setelah membuka tabungan haji selama sepuluh tahun, tepatnya mulai tahun 1993. “Ya, kalau ada sisa (pendapatan) sedikit-sedikit, kami langsung tabung.” tutur
pria yang punya delapan anak itu.

Sebenarnya, setelah lulus sekolah pendidikan guru agama (PGA) pada tahun 1978, Nahroni menekuni profesi guru SD sejak 1982. Tapi, sesudah mengabdikan diri selama 23 tahun, dia memilih pensiun dini pada 2005
silam. Dia mengaku tidak kuat melihat tingkah laku para muridnya yang sudah tercemar oleh pergaulan bebas.

Suatu kali, saat sedang mengajar, dia mendapati seorang siswinya membawa novel porno. Melihat hal tersebut, nuraninya berkecamuk. Tak berapa lama dia memutuskan untuk pensiun dini di usia 51 tahun. Sejak itulah dia dan istrinya  berprofesi menjadi pemulung sejak 2001 tersebut mengandalkan hidup dengan mengumpulkan barang-barang bekas.(*JP)

haji

*Sumber : Jawapos

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s